Berbagi Informasi

Solusi | Unfortunately Touchwiz home has stopped

Dalam tutorial sebelumnya kita telah melihat, "Unfortunately, Touchwiz home has stopped [SOLVED]". Tapi hari ini kita akan ke tugas yang dihadapi banyak utama orang hari ini. Hal ini dapat terjadi pada smartphone Android Anda bahwa Anda akan menerima pesan berikut: "Sayangnya, Google play telah berhenti" & itu baru-baru ini mulai bermunculan di sejumlah ponsel berbasis Android dan tablet, jadi kita melihat ke dalamnya dan di sini adalah beberapa solusi untuk memperbaiki masalah ini. Ada banyak orang yang terjebak pada pemecahan dan berteriak "Tolong bantu untuk menyingkirkan kesalahan ini. Saya telah mencoba banyak solusi seperti data penangkapan yang jelas, diinstal ulang, diperbarui dari toko bermain tapi tidak perlu bekerja".

Siap sebelum Anda mendapatkan lebih masalah Android, periksa: Toko Kesalahan & Solusi umum Google Play


SOLUSI 1: Hapus & install ulang Google Play & pastikan Anda meng-upgrade Google Play untuk versi terbaru.
Untuk mendapatkan perangkat Anda bekerja kembali, Anda akan perlu untuk uninstall dan menginstal ulang pembaruan layanan Google Play.
 Pergi ke Pengaturan >> Pilih Keamanan >> administrator Perangkat >> Deactivate Android Device Manager
Menghapus pembaruan layanan Google Play Buka Pengaturan >> Application Manager >> Semua >> Google Play >> Pilih Uninstall UpdatesJika Anda menggunakan aplikasi yang memerlukan layanan terbaru Google Play, Anda akan mendapatkan update yang cepat dan update dapat segera diinstal ulang.
Sekarang lagi pergi ke Pengaturan >> Pilih Keamanan >> administrator Perangkat >> AKTIFKAN Android Device Manager
Reboot perangkat Anda


 SOLUSI 2: Atur Ulang Google Play Cache Cache & UPDATES
Layanan Google Play aplikasi dalam tindakan telepon Anda seperti kerangka kerja bagi semua Google dan aplikasi Google Putar diinstal di ponsel Anda. Jadi coba ini;

Buka Pengaturan >> Application Manager >> Semua >> Google Play Store >> cache & update uninstall. perangkat Reboot.


SOLUSI 3: Hapus cache Kerangka Layanan Google
Google Services Framework sistem aplikasi informasi toko perangkat Android Anda dan membantu sinkronisasi ponsel Anda dengan server Google; dan membuat Google Play dan berjalan.

Buka Pengaturan >> Application Manager >> Semua >> Services Framework Google >> klik "Angkatan berhenti" & tekan pada "tembolok" tombol.
perangkat Reboot.


SOLUSI 4: Hapus akun Google dan menambahkannya lagi
Pastikan Anda telah didukung semua data Anda sebelum melakukan langkah-langkah ini.

Buka Pengaturan >> Akun >> Google >> Pilih ID email Anda >> Klik Hapus akun.
Setelah kembali menambahkan akun Google. Masukkan alamat email Anda dari Gmail dan kemudian melanjutkan. akun Google Anda akan ditambahkan secara otomatis.
perangkat Reboot.


SOLUSI 5: Reset semua preferensi aplikasi

 Buka Pengaturan >> Application Manager >> Semua >> Menu >> Atur Preferensi App
 Reboot ponsel segera

Panduan GSA SER | Tutorial Lengkap | dan SEO Setting

Tutorial ini juga tersedia dalam versi pdf. Silahkan scroll ke akhir postingan untuk mendownloadnya.

GSA Search Engine Ranker atau biasa disingkat GSA SER adalah software otomatis untuk mencari backlink dari berbagai macam platform. Mulai dari article directory, blog comment, forum, guest post, pingpack, trackback, web 2.0 hingga wiki.

software gsa search engine ranker (ser)

Interface nya yang terkesan sederhana ternyata cukup banyak menipu pengguna yang baru menggunakannya (termasuk saya). Settingan dalemannya tidak sesederhana tampilannya karena ternyata pengaturan software yang belakangan jadi primadona pemain SEO seantero dunia ini lumayan kompleks, satu pengaturan kecil bisa berpengaruh ke pengaturan yang lainnya.
Sampai tulisan ini saya buat, belum banyak panduan GSA dalam bahasa Indonesia yang beredar baik dalam bentuk text maupun video. Kalaupun ada biasanya hanya meng-cover sebagian kecil saja.
Untuk itu saya beranikan diri membuat panduan GSA SER ini agar bisa memudahkan para pemula yang belum bisa dan kesulitan dalam menjalankan software nan powerful ini (meski saya sendiri juga masih baru menggunakannya).

Perlu diketahui, materi ini kebanyakan saya baca-baca dan pelajari dari:
Forum resmi GSA,
http://serlists.com/
http://www.matthewwoodward.co.uk/reviews/gsa-search-engine-ranker-review-tutorial/
Forum-forum webmaster luar seperti Blackhatworld.com
Meskipun mengambil referensi dari web lain, panduan dan tutorial GSA SER yang saya tulis disini sudah saya praktekkan dan saya trial error sendiri, jadi saya benar-benar memahami apa yang saya tulis termasuk sebagian besar fungsi dan bagian-bagian yang ada di dalam software GSA SER. Dan ini juga bukan materi copy translate karena saya menulis semuanya sendiri dari 0 di papan DarkRoom.
software dark room
Banyak juga fitur-fitur yang saya temukan sendiri setelah beberapa minggu mengutek-utek software ini. Perlu diketahui juga bahwa saya baru sekitar satu bulanan menggunakan software ini, jadi jika ada materi tutorial yang kurang sesuai silahkan ditunggu kritik dan sarannya melalui kotak komentar. Karena saya masih hijau disini, saya kira masih banyak ruang nantinya yang bisa saya eksplorasi untuk menyempurnakan Panduan GSA SER ini.
So here it is.. Panduan Lengkap GSA SER mulai dari basic hingga advance. Untuk yang request tutorial dalam bentuk video maaf belum bisa saya penuhi karena resonansi suara saya agak tidak stabil bila digunakan untuk konsumsi umum :D
Btw jika belum punya softwarenya silahkan beli disini dulu ya..
Atau download versi trialnya selama 5 hari disini
Kurang mantap kalau baca tutorial sepanjang ini tapi softwarenya belum ada :D
note: maaf untuk screenshot GSA yang saya pakai sudah ada beberapa project dan tidak bisa saya hapus karena projectnya masih aktif.


GSA Search Engine Ranker Interface


Kita mulai tutorial ini dengan bagian interface dulu.
tampilan interface GSA Search Engine Ranker
1. Terdiri dari kolom daftar project/campaign, status (active/inactive/stopped), priority (high, normal, low, lowest), Submitted (jumlah link yang berhasil tersubmit) dan Verified (jumlah backlink yang berhasil tertanam/live/approved). Dibagian bawahnya ada tiga kolom lagi masing-masing terdiri dari:
P = Jumlah project
S = Jumlah total link yang tersubmit
V = Jumlah total link yang verified
2. Terdiri dari Tombol New (untuk membuat project baru), Edit (untuk mengedit settingan sebuah project), Delete (untuk menghapus project), Options (untuk pengaturan project secara global meliputi proxy, captcha, dll), Start/Stop (untuk memulai/menghentikan project) dan Help (bantuan).
3. Daftar url yang berhasil verified (kapasitas maksimal 1000 url) dengan tambahan jenis backlink dan PR (jika pilihan PR dicentang) serta bahasa yang digunakan. Dibawahnya ada 2 kolom untuk prosentase dofollow dan nofollow.
4. Daftar Log. Menampilkan semua aktivitas GSA. Dibawahnya ada beberapa kolom seperti:
T = Jumlah thread yang digunakan
S = Jumlah total link yang tersubmit dalam satu hari
V = Jumlah total link yang verified dalam satu hari
P = Jumlah proxy yang dipakai
LpM = Jumlah link yang tersubmit dalam 1 menit (biasanya ini yang dipakai sebagai patokan tinggi rendahnya performa GSA). Anda bisa mengganti ke VpM untuk menampilkan jumlah link yang verified dalam 1 menit. Caranya klik kanan bagian kolom tersebut dan pilih VpM
C = menampilkan statistik captcha
Mem = Statistik penggunan Memory komputer (RAM)
CPU = prosentase penggunaan CPU


Membuat Project Baru di GSA Search Engine Ranker


Untuk membuat project baru klik “New”
gsaser3
Kemudian Anda akan masuk ke halaman settingan project.
bagian project GSA

Where to Submit

Jika Anda ingin membangun backlink untuk Money Site atau web yang penting, saya sarankan untuk memprioritaskan jenis backlink yang berbasis contextual links dan outbound links (link keluar) rendah. Jika Anda membangun backlink untuk Tier 1/Tier2, Youtube video, Churn & Burn sites, atau situs-situs yang kurang penting, saya sarankan memilih jenis backlink yang mudah di approve dan cepat terindeks.
Disebelah kiri tiap jenis backlink ada tanda + yang jika anda klik akan menampilkan macam-macam platform/cms. Anda bisa memilih untuk submit backlink di platform tertentu saja atau jika Anda ingin submit di semua platform maka anda bisa klik kanan kemudian pilih “Check All”.
opsi where to submit GSA
Dengan menekan klik kanan anda bisa memilih untuk tidak mengikutsertakan web-web yang linknya Nofollow, tidak bisa memasukkan anchor text, linknya bukan kontekstual, membutuhkan email verifikasi, dan sebagainya (silahkan dieksplorasi sendiri untuk bagian ini). Saya sendiri biasanya tidak melakukan penyortiran dibagian ini, jika ada link-link yang tidak ingin saya sertakan maka saya biasanya mengauditnya dibagian yang lain (akan dibahas nanti).

Data

Kemudian masuk ke bagian data (sebelah kanan):
1. Kotak Url: tempat kita menaruh url yang akan diberi backlink. Anda tinggal paste url anda jika hanya 1 url. Jika url lebih dari 1 satu, maka copy seluruh url anda, tekan tombol “Edit” > Import > from clipboard.
2. Use a random URL from above on every submission (else in sequence). Jika url anda lebih dari 1 maka anda bisa memilih centang agar url yang disubmit di random (acak), atau membiarkannya tidak tercentang agar url yang disubmit diurutkan dari atas kebawah. Jika project anda hanya 1 url maka opsi ini tidak perlu dicentang.
3. Use verified URLs of another project (Multi tier-linkwheel). Ini berfungsi untuk membuat tiered backlink. Biasanya dipakai untuk yang sudah mempunyai beberapa project dan ingin memperkuat backlink di project tersebut dengan low tier dibawahnya. Jika anda hanya ingin submit backlink biasa, biarkan ini uncheck (tidak tercentang).
4. Use URL variations. Berfungsi untuk memvariasikan huruf besar dan kecil di url anda (opsional, agar backlink terlihat lebih natural). Biasanya saya centang diangka 20-30%
5. Use the root/main Url. Berfungsi untuk memperkuat root domain (homepage). Jangan dicentang jika anda membacklink parasite pages (youtube, forum, rebelmouse, dll) atau web-web lain yang bukan milik Anda. Biasanya pilihan ini saya biarkan default (uncheck).
Note : Ada 2 metode backlink dalam GSA, pertama dari scraping dan yang kedua dari site list. Jika dari scraping maka anda membutuhkan settingan yang tepat di no. 6-10 dibawah ini, namun jika anda menggunakan site list maka kelima settingan (no. 6-10) dibawah ini tidak akan dipakai.
6. Keywords. Tempat meletakkan keyword-keyword yang akan dipakai untuk scraping dari search engine. Saya biasa menaruh kurang lebih 5000 keyword disini agar url yang discrape dari search engine bisa lebih banyak (jika anda hanya memasukkan beberapa keyword saja maka scraping yang anda lakukan tidak akan maksimal). Untuk memasukkan bulk keyword, tekan tombol “Tool” kemudian pilih import dan pilih yang dari file atau clipboard.
7. Collect keywords from target sites. Berfungsi untuk mengambil keyword dari situs-situs yang menjadi sasaran backlink. Saya biasanya tidak mencentang pilihan ini karena membuat proses submit backlink jadi lebih lama.
8. Use collected Keywords to find new target sites. Mencari web-web baru yang bisa dimasuki backlink berdasarkan keyword-keyword yang dikumpulkan. Bisa berfungsi jika pilihan no. 7 diatas dicentang.
9. Put keyword in quotes when used in search queries. Memberikan tanda “” (quote) pada waktu searching di search engine. Positifnya, scraping lebih tertarget (relevan), minusnya scraping yang dihasilkan lebih sedikit. Biasanya tidak saya centang.
10. Try searching with similar looking keywords. Menggunakan tanda ~ dipencarian agar menemukan keyword yang mirip. Juga tidak saya centang.
11. Anchor Text (based on Main Keyword). Tempat menaruh anchor text. Untuk bulk keyword tekan tombol “Import” kemudian pilih from file atau from clipboard.
12. Use keywords as anchor text. Jika anda ingin keywords yang anda gunakan untuk scraping (no. 6)  di set sekalian sebagai anchor text maka centang pilihan ini. Tapi sebelumnya hapus dulu anchor text (no. 11) jika ada. Karena jika tidak maka anchor text akan meng-overwrite pilihan ini.
Note: No. 13-21 dibawah ini terutama berfungsi untuk membuat backlink anda terlihat lebih natural
13. Partial match anchor text. Variasi anchor text dengan tambahan kata dibagian depan/belakang. Mirip dengan long tail keyword. Anda juga bisa memilih prosentase besarnya Partial match anchor text yang digunakan. Untuk backlink langsung ke Money Site pilihan ini bisa di centang, untuk membacklink Tier 1 atau web-web yang kurang penting sebaiknya di biarkan uncheck.
14. Secondary anchor text. Untuk anchor text tambahan. Saya biarkan uncheck.
15. Branding anchor text. Untuk Tier membacklink langsung ke Money Site biasanya pilihan ini saya centang, untuk membacklink tier 1 tidak.
16. LSI anchor text. Untuk menaruh keyword-keyword LSI. Gunakan hanya jika membacklink situs utama (Money Site). Saya sendiri jarang menggunakan ini karena LSI, longtail, partial, secondary anchor text langsung saya masukkan bulk di kotak Anchor text.
17. Generic anchor text. Untuk membuat anchor text umum seperti click here, visit here, read more dan lain-lain. Klik bagian “Edit” untuk menghapus/memasukkan generic anchor text baru.
18. Domain as anchor text. Membuat backlink anda (url/domain) tampil tanpa anchor text (naked url).
19. Use citation. Jika anda menggunakan branding anchor text (no. 15) dan domain as anchor text (no. 18) maka anda bisa mencentang pilihan ini untuk memasukkan url/Branding anchor text anda tanpa link. Saya biasanya menggunakannya hanya untuk Money site saja dengan prosentase 5%.
20. Anchor text variations. Memvariasi huruf besar dan kecil di anchor text. Opsional (bisa centang bisa tidak).
21. Try to use domain/generic anchor with main anchor. Mengkombinasikan antara domain/generic anchor dengan anchor text utama. Ini membuat link (terutama yang di dalam artikel) lebih readable.
Contoh:
For more information about Tutorial GSA SER (visit here)
Tutorial GSA SER= anchor text utama
visit here= generic anchor
Opsional. bisa dicentang bisa tidak.
Kemudian lanjut ke pilihan dibawahnya. Tampilan ini bisa berbeda-beda tergantung jenis backlink yang anda pilih. Biasanya yang saya input disini adalah Website Title, Category, Description 250 dan Description 450. Untuk lainnya kebanyakan sudah otomatis di create sendiri oleh GSA jadi saya biarkan default. Contohnya kotak Login, password, About Yourself, Profile Image, blog comment dan forum comment.
websit tile, category, description GSA
22. Website Title. Pilihan ini biasanya muncul jika anda memilih jenis backlink seperti Social Bookmark dan Directory. Masukkan title url anda dikotak ini (gunakan spintax agar bervariasi).
23. Category. Pilihan kategori untuk url/artikel anda yang akan disubmit. Klik bagian “Edit” kemudian “Add Level” dan pilih beberapa kategori yang sesuai.
24. Description 250. Deskripsi yang dipakai untuk sosbok/directory/jenis backlink lain yang membutuhkan sekitar 250 karakter. Gunakan spintax agar despkripsi anda nantinya tidak duplicate.
Dibawahnya lagi ada Description 450. Deskripsi yang dipakai untuk sosbok/directory/jenis backlink lain yang membutuhkan sekitar 450 karakter. Gunakan spintax agar despkripsi anda nantinya tidak duplicate.
Trik cara cepat membuat spintax dari tools gratisan:
– Masuk ke Sini
– Masukkan deskripsi anda ke dalam kotak spinner, kemudian pilih Spin Frequency, kemudian klik Spin.
– Paste hasilnya (yang  ada spintaxnya) ke dalam kotak description.
Jika anda memilih tipe backlink seperti Document Sharing dan Video, nanti akan ada pilihan untuk memasukkan file. Saya belum pernah memakai tipe backlink ini karena menurut saya kelamaan (untuk membuat filenya).
Saya rasa sudah cukup penjelasan dibagian data ini, sekarang kita masuk ke Article Manager.


Article Manager

ser7
Dibagian kanan ada tombol Add, Edit, Delete, Export dan Preview.
Untuk menambah artikel silahkan klik tombol “Add”. Jika anda mempunyai akun premium di penyedia jasa artikel seperti Article Builder, KontentMachine atau WAC anda bisa mengintegrasikannya disini. Tapi jika belum maka disini saya pandu cara generate artikel dengan gratis (saya sendiri juga belum punya kok :D).
Setelah menekan tombol Add, pilih “Search Online”, kemudian di kotak Search term masukkan keyword Anda, kemudian klik OK.
Di kotak “Choose Scrapers” pilih sumber-sumber artikel yang ingin anda scrape dan klik OK. Biasanya saya biarkan default alias memilih semua. Lalu GSA akan melakukan scrape artikel sesuai keyword yang anda masukkan. Makin simple keyword anda biasanya artikel yang digenerate bisa lebih banyak.
choose scrapers article di GSA SER
Setelah proses scrape selesai, ada pilihan untuk memberi spintax pada artikel. Dipilih Yes atau No akan sama saja hasilnya jika Anda belum mempunyai database spinner (saya beritahu caranya di langkah selanjutnya). Jika anda sudah mempunyai database spinner maka pilihan tadi bisa dipilih “Yes”.
Cara membuat database spinner adalah sebagai berikut:
– Masih dimenu yang sama, pilih tombol “Edit”. Kemudian pilih “Spin Config”. Disitu terdapat berbagai macam spinner yang mayoritas premium. Jika anda mempunyai akun premium diantara spinner yang tersedia disitu, anda bisa memasukkan data yang diperlukan (email/user/login/API key) agar akun spinner anda terintegrasi dengan GSA. Tapi jika anda belum punya, lagi-lagi saya share cara gratisnya.. *kurang apa saya coba :D
Dipilihan spinner yang tersedia, pilih yang Use Internal dengan mengeklik “LibreOffice Thesaurus”, kemudian download thesaurusnya (pilih yang English). Setelah download selesai klik tombol OK dan spinner anda sudah siap.
download thesaurus spinner

Selesai dipembuatan artikel saatnya masuk ke settingan dibawahnya.
Opsi Article Managerdi GSA SER
1. How to Link. Pilihan penempatan backlink, bisa di dalam kalimat sebelah atas, kalimat sebelah bawah atau link ditempatkan acak.
2. Top Anchor – URL. Penempatan Anchor text diikuti naked url. Opsional, agar backlink terlihat lebih natural. Biasanya saya centang dengan prosentase 20%.
3. Insert up to – additional links from project (just a link in article). Memasukkan url-url yang ada didalam project kedalam artikel secara acak. Biasanya tidak saya centang karena saya memakai mode backlink artikel hanya untuk project yang terdiri dari 1 url saja, dan itu sudah dimasukkan di settingan no. 1 (How to Link).
4. Insert up to – random/authority URLs for random words. Memasukkan authority links secara acak ke dalam artikel. Pilih tombol “Edit” disebelah kanan untuk mengedit daftar authority links. Biasanya saya centang dengan memasukkan 1-2 authority links.
4a. Try to use search engines to find related links. Menggunakan search engine untuk mencari link yang relevan. Biasanya tidak saya centang.
5. Insert up to – random images related to article. Untuk memasukkan gambar secara acak ke dalam artikel. Pilih Own URLs dan “Edit” jika anda ingin memasukkan gambar anda sendiri. Opsional. Biasanya saya centang dengan memasukkan 0-1 random images.
6. Insert up to – random videos related to article. Untuk memasukkan video secara acak ke dalam artikel. Pilih Own URLs dan “Edit” jika anda ingin memasukkan video anda sendiri. Opsional. Biasanya tidak saya centang.
7. Insert up to – Tags (anchor or keyword) within sentences. Memasukkan anchor text/keyword secara acak ke artikel. Opsional. Biasanya tidak saya centang.
8. Shorten artikel to -. Untuk memendekkan artikel sesuai jumlah kata yang anda masukkan. Opsional. Biasanya tidak saya centang.
9. Insert HTML Variations. Untuk memvariasi tampilan video (warna, border dan sebagainya). Opsional. Biasanya tidak saya centang.
10. Mic Article to a New one. Untuk menggabungkan antar paragraf artikel. Saya biarkan default juga, Disabled.
11. Do not submit same article more than – per account. Agar artikel tidak disubmit lebih dari sekali dalam satu akun. Saya centang untuk menghindari duplikat konten.

Options

Kemudian masuk ke menu ketiga yaitu Options. Menu ini terdiri dari 4 bagian yaitu How to submit/verify, How to Target URLs, Scheduled Posting dan Filter URLs.

How to submit/verify

Kita masuk ke bagian pertama yaitu How to submit/verify.
how to submit verify
1. Pause the project after/Stop the project after. Untuk bagian ini saya biasanya memilih yang Stop the project after xx submission. Kemudian pilihan per URL saya centang jika project yang dibuat lebih dari 1 backlink. Pengalaman saya menggunakan Pause the project after dan verifications adalah project yang sering overlap.
Misal saya membuat project dengan batasan 30 verification backlink. Kebetulan backlink yang saya tanam di web-web yang susah approvenya. Setelah 2 jam, jumlah submitted link saya mencapai 100 misalnya, tapi yang verified cuma 10. Maka GSA akan tetap terus berjalan sampai jumlah verified mencapai 30. Tentu saja ini membuat backlink bisa melebihi settingan verified (30) karena semua submitted backlink masih berpotensi menjadi verified. Beda halnya dengan submission, jika anda setting 50, maka setelah 50 submission dia akan berhenti. Kemungkinan besar backlink yang verified memang tidak akan sampai 50 (bisa jadi setengahnya), tapi dengan cara ini anda tidak akan kelebihan backlink. Jika target anda 100 backlink per hari misalnya, anda bisa memilih stop the project after 100 submission atau 80 submission, dengan pertimbangan prosentase keberhasilan 50% tersebut.
2. Ask all services/user to fill captchas. Pilihan untuk mengisi captcha. Anda juga bisa merubahnya ke Ask 1st service/user to fill captchas, Ask 2st service/user to fill captchas, Ask all service to fill captchas, dsb (silahkan dieksplore sendiri dengan menekan tulisan yang berwarna biru tersebut). Biasanya saya pilih Ask all services/user to fill captchas.
2a. If a form field can’t be filled. Sepengetahuan saya, ini adalah form yang tidak bisa di isi text, seperti menu dropdown (untuk kategori dsb). Biasanya saya pilih “Choose Random”.
2b. Custom Retry – times. Untuk mengulang captcha yang salah. Biasanya saya biarkan unchek karena sudah ada di Options Global.
2c. Skip hard to solve captchas. Untuk skip/melewati captcha yang sangat susah ditembus. Biasanya saya biarkan uncheck.
Perlu diingat, pengaturan di bagian no. 2 ini akan meng-overwrite pengaturan captcha di Options Global (akan dibahas di bagian selanjutnya) untuk project yang bersangkutan.
3. Enable Custom Mode. Pengaturan custom untuk menampilkan target website dan mengedit konten sebelum di submit. Saya biarkan uncheck.
4. Verified Links must have exact URL. Links yang dimasukkan ke list verified harus mempunyai url yang tepat. Biasanya saya centang.
4a. When to verify. Untuk mengatur kapan GSA mengecek link-link yang sudah disubmit apakah sudah tampil (verified) atau belum. Biasanya saya pilih otomatis (Automatically).
4b. Automatically export verified URLs. Pilihan untuk mengeksport Url yang sudah verified secara otomatis ke folder tertentu. Biasanya saya biarkan uncheck.
4c. Don’t remove URLs (check hint). Tetap menyimpan url-url yang belum verified meskipun kemungkinan besar url-url tersebut tidak akan pernah berhasil verified. Biasanya saya biarkan uncheck.
5. Re-verify existing backlinks every -. Interval untuk mengecek kembali links yang belum verified. Karena pilihan when to verify sudah saya pilih otomatis maka pilihan ini saya biarkan uncheck.
6. Send verified Link to Indexer Services. Mengirim link yang sudah verified ke Software indexer/Indexer service (pengaturan indexernya ada di Options global). Karena saya Memiliki kedua-duanya maka untuk pilihan ini saya centang semua.
GSA SEO Indexer: Software indexer yang terintegrasi dengan GSA SER
Other Indexer(s): Indexing service seperti Lindexed, InstantLinkIndexer, dsb.
7. User Character spinning when possible. Menggunakan karakter huruf lain yang mirip kedalam artikel/komen agar lebih unik bagi search engine. Biasanya saya biarkan uncheck.
8. Randomly use typos/spell errors in descriptions (fight duplicate content). Menggunakan typo (penulisan yang salah) secara acak agar konten/comment lebih unik dan tidak duplicate. Biasanya saya biarkan uncheck.
9. Try to always place an URL with an anchor text in descriptions/comments. Selalu mencoba untuk menempatkan backlink ke dalam deksripsi/komen. Biasanya saya centang agar prosentase keberhasilan backlink yang masuk lebih besar.
10. Continuously try to post to a site even it failed before. Tetap submit ke web yang sudah pernah gagal sebelumnya. Pilihan ini bisa cukup berguna karena bisa saja web yang sebelumnya gagal sedang down atau tidak bisa diakses. Opsional, tapi biasanya untuk pilihan ini saya biarkan uncheck.
11. Try to locate new URL on “no engine match” (only useful for Comment Engines). Mencoba mencari url baru jika tidak ada backlink yang sesuai. Biasanya saya biarkan uncheck
12. For TAGs use (*)Anchor texts (*)Keywords. Pilihan tags didalam konten.  Biasanya saya pilih yang anchor text.
13. Folder with data files to use. Pengaturan advance untuk membuat konten khusus bagi web-web tertentu.  Biasanya saya biarkan uncheck.

How to Target URLs
Dibagian kedua ada “How to Target URLs”.
How to Target URLs
1. Search Engine to use. Search engine yang dipilih untuk proses scraping. Klik kanan > Check All untuk memilih semua. Biasanya saya membiarkan pilihan engine ini default (3 SE kalau tidak salah) dengan tambahan 2 SE yaitu google.co.id dan yahoo.co.id jika yang saya backlink blog lokal.
Jika hanya ingin menggunakan metode site list maka pilihan SE harus dikosongi (dihapus semua). Untuk menghapus, Klik kanan > Check None.
Dicontoh gambar saya menggunakan metode site list jadi untuk SE saya kosongi.
2. Always use keywords to find target sites. Menggunakan keywords untuk mencari web-web yang bisa dimasuki link (target sites). Keyword yang dimaksud disini ini adalah keyword yang ada di bagian menu Data (yang sudah saya jelaskan diatas). Untuk mode scraping pilihan ini biasanya saya centang.
GSA SER sendiri sudah built-in dengan footprint untuk mencari target sites. Jika anda tidak mencentang pilihan ini, maka GSA akan scraping dengan footprint yang mereka punya seperti:
“powered by Drupal”
inurl:”register” intitle:”pligg”
site:.edu “bb-login.php”
dsb.
Jika anda mencentang pilihan ini maka GSA akan scraping dengan menggunakan footprint + keyword anda seperti:
seo “powered by Drupal”
inurl:”register” intitle:”pligg” blogging tips
tutorial gsa site:.edu “bb-login.php”
dsb.
Semoga sampai disini anda tidak bingung :D
2a. Add stop words to query with. Menambahkan stop words (kata-kata yang kurang memiliki arti seperti to, the, di, yang, or, with, dsb) agar variasi pencarian yang dihasilkan lebih banyak. Opsional. Biasanya jika menggunakan mode scraping saya centang dengan prosentase 20%.
3. Use URLs from global site lists if enabled. Ini untuk mode tanam backlink menggunakan site lists. Jika anda mempunyai site lists sendiri (entah itu beli atau dapat dari teman) maka masukkan site lists anda tersebut ke dalam folder “Identified” (nanti akan saya jelaskan caranya) dan di pilihan ini centang yang “Identified”. Nantinya, project yang anda jalankan akan mengambil source dari site lists yang ada di folder “Identified”.
Untuk anda yang tidak mempunyai site lists maka anda bisa mencentang pilihan yang “Verified”. Dengan catatan, anda sudah mempunyai site lists verified yang cukup.
Untuk pilihan Submitted dan Failed dikosongi saja, karena sedikit useless menggunakan list yang belum tentu approve dan list yang gagal.
4. Use URLs linking on same verified URL (supported by some engines only). Untuk mencari backlink dari url di halaman yang sama.
Misal comment dan backlink anda tampil (verified) di blog A, dan di blog tersebut ada comment/backlink yang disubmit oleh user-user lain. Dengan mencentang pilihan ini, GSA akan mencoba untuk menganalisa backlink-backlink yang lain tersebut jika ada yang bisa dijadikan target sites (karena tidak semua backlink yang disubmit oleh user mengarah langsung ke money site). Opsional. Biasanya tidak saya centang.
5. Analyse and post to competitor backlinks. Menganalisa backlink kompetitor dan ikut menanam backlink di tempat yang sama jika memungkinkan. Opsional. Biasanya tidak saya centang karena kita tidak tahu apakah backlink milik kompetitor tersebut clean atau tidak.

 Scheduled Posting

Kemudian dibagian ketiga ada “Scheduled Posting”.
Scheduled Posting
1. Allow posting on same site again. Membolehkan memasukkan posting ke situs yang sama (yang sebelumnya sudah pernah diposting). Biasanya tidak saya centang. Pilihan per URl jika url diproject anda lebih dari satu.
Untuk Pilihan-pilihan dibawahnya adalah waktu jeda tiap registration, jeda sebelum melakukan post, dsb. Karena pilihan ini tidak saya centang maka semuanya saya biarkan default.

 Filter URLs

Kemudian dibagian terakhir ada “Filter URLs”
Filter URLs
1. Skip sites with more than – outgoing links on one page. Untuk membatasi OBL (outbound links) per halaman. Jika OBL melebihi nilai yang anda set maka situs tersebut akan dilewati. Biasanya saya set di angka 100 sampai 200 untuk Money site, 200 – 500 untuk tier dibawahnya.
2. Skip sites with a PR below – And with a PR above -. Untuk melewati situs yang mempunyai PR diluar nilai yang anda tentukan. Biasanya tidak saya centang karena saya sudah tidak terlalu memperdulikan PR.
3. Skip also unknown PR. Skip PR unknown (kemungkinan yang PR nya tidak bisa dicek atau juga N/A). Pilihan ini otomatis disable jika nomor 2 (Skip sites with a PR below ) tidak dicentang.
4. Type of Backlinks to Create. Tipe backlink yang dibuat. Biasanya saya biarkan default.
Try to skip creating Nofollow/Dofollow links. Untuk mencegah sofware GSA membuat Dofollow atau Nofollow links. Biasanya tidak saya centang karena baik Dofollow maupun nofollow dibutuhkan untuk membuat backlink menjadi lebih natural.
Avoid posting to subdomain sites. Mencegah GSA posting ke subdomain. Gunakan hanya jika anda membacklink Money Site dan agak paranoid. Biasanya tidak saya centang.
Avoid posting to sites with just IP and no domain. Gunakan hanya jika anda membacklink Money Site dan agak paranoid. Biasanya tidak saya centang.
At least – keywords must be present on Visible text on site/meta keywords/meta description/title/url/domain/anywhere. Untuk memposting ke target sites yang setidaknya mempunyai keyword kita di salah satu elemen web mereka seperti  judul, deskripsi, artikel, meta, dsb. Gunakan hanya jika anda membacklink Money Site dan ingin backlink yang benar-benar relevan. Biasanya tidak saya centang.
5. Skip sites where the following words appear. Untuk mencegah GSA memposting ke situs yang mengandung kata-kata yang ada di list tersebut (biasanya kata-kata yang mengandung pornografi dan obat-obatan terlarang). Opsional. Biasanya tidak saya centang karena membuat target sites menjadi semakin kecil.
6. Skip sites with the following words in URL/domain. Sama seperti sebelumnya (No. 5), kali ini yang kata-kata yang ada di url/domain. Opsional. Biasanya tidak saya centang.
7. Skip sites from following countries. Untuk mencegah GSA memposting ke situs yang berasal dari negara tertentu. Biasanya tidak saya centang.
8. Skip sites from following languages. Untuk mencegah GSA memposting ke situs dengan bahasa tertentu. Biasanya tidak saya centang.
Setelah mengupas bagian Options single project, sekarang kita masuk ke bagian E-Mail verification.


E-Mail verification

E-mail verification
Email verification ini diperlukan untuk web-web yang membutuhkan registrasi dan verifikasi sebelum bisa menempatkan link ke dalam web mereka. Saran saya buat minimal 5 email agar proses registrasi berjalan lancar. Anda juga bisa membuat 1 email saja jika menggunakan fitur Catch All (akan saya jelaskan nanti).
1. Ada 4 kolom terdiri dari alamat E-mail, Pop 3 server, Login dan SSL.
Untuk menambahkan email baru klik tombol “Add”, kemudian pilih yang Enter Manually atau Import from file/clipboard. Jika menggunakan pilihan Import from file/clipboard maka format email yang harus anda import adalah sebagai berikut :
Penjelasan:
username@domain.com: alamat email
mail.domain.com: Pop3-server
110: Port jika tidak menggunakan SSL, jika menggunakan nilainya 995
yourpassword: password email
0: tanpa SSL. Jika menggunakan SSL maka nilainya 1.
contoh penerapan:
Setelah itu anda bisa klik tombol “Test” untuk memastikan input data email sudah benar.
2. Bagian ini sama seperti penjelasan diatas. Untuk bagian Login diisi dengan alamat email. Untuk email seperti Gmail dan Hotmail biasanya menggunakan port 995 dan SSL, sedangkan untuk email dari domain sendiri atau disposable email (email temporary yang tidak membutuhkan data login) biasanya menggunakan port 110 dan tidak menggunakan SSL.
3. Catch All?. Jika anda menggunakan email hosting dan anda mengaktifkan fitur default address di Cpanel, maka anda bisa menggunakan fitur ini untuk membuat random email dengan akhiran @domainanda.com.
Contoh:
Email saya admin@rohadiright.com, maka GSA akan menggenerate email-email seperti beckham07@rohadiright.com, januzaj11@rohadiright.com, dimaria07@rohadiright.com dan sebagainya yang nantinya email-email tersebut akan masuk ke admin@rohadiright.com. Dengan begitu saya bisa memverifikasi semua registrasi dari 1 email saja dan memperkecil peluang terblokir karena alamat email tetap berbeda-beda.
Berikut cara mengaktifkan fitur fitur default address di Cpanel:
– Masuk ke cPanel > Email accounts dan buat email utama anda disitu.
– Setelah itu masuk ke cPanel > Default Address. Di bagian “Send all unrouted email for the following domain:” pilih domain yang dipakai untuk email tadi kemudian pilih “Forward to Email Address” dan masukkan email yang baru anda buat.
– Selesai.
default address di Cpanel
Email lain yang bisa menggunakan fitur Catch All adalah gmail. Karena tanda titik di gmail tidak dianggap sebagai karakter, maka tanda titik ini bisa ditempatkan disembarang tempat diantara alamat email. Misal email saya adalah rohadi@gmail.com, maka email ro.hadi@gmail.com, ro.ha.di@gmail.com,r.ohad.i@gmail.com, ro.h.adi@gmail.com ataupun roha.d.i@gmail.com tetap akan mengarah ke tujuan yang sama, yaitu rohadi@gmail.com.
4. Create New. Disini anda bisa memilih untuk membuat email dari berbagai email provider yang ada. Disini saya biasanya membuat Disposable email agar proses penyettingan email verification ini berjalan lebih cepat. Ada 3 Disposable email provider yang tersedia yaitu mailcatch.com, spamavert.com dan spambog.com. Saya biasanya memilih semuanya, masing-masing 10 email.
Kelemahan disposable email ini biasanya diblokir di web-web tertentu yang membuat LpM menjadi rendah dan beberapa link tidak berhasil tersubmit.
5. Time to wait between two logins – seconds – Per account (else per pop3 server). Untuk mengatur interval waktu antara 2 login di email/pop3 server yang sama. Biasanya saya centang dengan waktu 900 seconds.
6. Use proxies (only Connect and Socks proxies). Menggunakan proxy untuk cek email. Opsional. Biasanya tidak saya centang.
7. Delete message when verification link was found. Menghapus pesan ketika email verifikasi sudah ditemukan. Opsional. Biasanya saya centang.
8. Delete all messages (even if not related to a submission done). Menghapus semua pesan di email. Biasanya tidak saya centang.
9. Delete message if older than – days.  Biasanya saya centang dengan waktu 5 days.


Untuk bagian Notes anda bisa menyimpan catatan seputar project yang bersangkutan. Saya biarkan posisi default.
External APIs juga saya biarkan default (silahkan diisi jika Anda mempunyai akun di serpcloud.com atau FCS Networker).
Jika semua settingan project sudah selesai anda bisa klik “OK”.


Setting Options (Global) di GSA Search Engine Ranker

Setelah masuk ke bagian setting per project, sekarang kita masuk ke bagian Options (global).
Options Global
Bagian ini sangat penting karena nantinya akan mempengaruhi semua project yang ada.
Bagian Options ini terdiri dari 5 menu utama yaitu Submission, Captcha, Indexing, Filter dan Advanced.

Submission

Submission
1. Thread to use. Settingan ini tergantung dari jumlah proxy yang anda pakai, Kapasitas memory (RAM) dan CPU. Makin banyak proxy yang anda pakai dan makin besar kualitas Komputer/VPS anda, maka makin banyak jumlah threads yang bisa anda gunakan.
Tidak ada ukuran pasti disini, Anda harus trial error untuk menentukan jumlah yang sesuai. Patokan saya biasanya adalah di daftar log. Ketika intensitas pesan seperti “SockError: Connection timed out” dan “SockError: Connection refused” terlalu sering maka jumlah thread saya kurangi, ketika sudah normal saya naikkan lagi perlahan-lahan.
Di forum GSA patokannya biasanya adalah 10x jumlah proxy. Tapi rata-rata mereka menggunakan RAM dan CPU dengan spek yang lebih besar, jadi saya tidak bisa menerapkan cara yang sama karena RAM dan CPU yang saya gunakan jauh lebih kecil.
2. Automatically decrease threads on a CPU usage above -. Untuk membatasi penggunaan CPU. Biasanya saya set disekitar 50-80%. tapi kadang juga tidak saya centang.
3. Automatically decrease threads on a Memory usage above -. Untuk membatasi penggunaan RAM. Settingan berbeda-beda tergantung RAM komputer/VPS yang anda gunakan. Biasanya saya batas sampai 3/4 total RAM, tapi kadang juga tidak saya centang.
4. HTML timeout. Batas waktu untuk loading web sebelum di skip/dilewati. Jika anda setting terlalu kecil, maka kemungkinan akan banyak web yang di skip (terutama yang banyak gambar dan loading lambat), jika anda setting terlalu besar maka LpM anda akan rendah karena waktu submission jadi lebih lama. Angka idealnya biasanya diantara 120-180.
Tipsnya, lihat ke daftar log. Jika terlalu banyak pesan error “Download failed” maka perbesar HTML timeout. Kecilkan lagi jika pesan error tersebut sudah mulai berkurang.
5. Bandwidth limit. Untuk membatasi bandwith ketika meload suatu halaman website. Saya biarkan default (tidak tercentang).
6. Use proxies. Tempat melakukan setting proxy anda.
Disini anda bisa memilih proxy akan digunakan di mode apa saja. Centang bagian “Search Engine” untuk memakai proxy ketika scraping. Settingan yang biasa saya pakai adalah seperti pada gambar. Untuk verification dan E-mail checking tidak saya centang. Ini bersifat opsional dan bisa berbeda-beda. Stop projects on no active proxies juga saya biarkan default (tidak tercentang).
Untuk bagian public dan Private, pilih public jika anda menggunakan proxy public (biasanya gratisan) dan pilih private jika anda menggunakan proxy private (biasanya berbayar). Pilih kedua-keduanya jika anda menggunakan proxy kombinasi.
Untuk melakukan penyettingan proxy, klik dibagian “Configure”.
Configure Proxies
Di bagian List, ini adalah tempat meletakkan private proxy. Klik “Add” kemudian pilih yang Import from file atau Import from clipboard. Sebelumnya pastikan dulu file yang akan anda import sudah sesuai formatnya (login/pass/host/port) dengan pilihan import anda.
Untuk proxy saya menggunakan service dari BuyProxies. 50 semi-dedicated proxy dengan harga $40 per bulan. Jika anda masih coba-coba anda bisa memilih paket 10 semi-dedicated proxy dengan harga $10 per bulan.
Saya merekomendasikan BuyProxies karena layanan mereka yang sangat cepat. Ketika setengah dari jumlah proxy saya mati, saya komplen ke team support mereka dengan menyertakan screenshot proxy yang mati. Dalam beberapa menit saya sudah dikirim proxy pengganti dan semuanya works. Excellent!
buyproxies service
Setelah proxy berhasil ditambahkan, anda bisa mengecek apakah proxy masih works atau tidak dengan menekan tombol “Test Proxies” kemudian pilih All. Anda bisa test proxy untuk searching di Google, cek PR, searching di Bing, dsb.
Untuk bagian Options digunakan terutama jika anda menggunakan public proxy (proxy gratisan). Karena saya tidak memakai public proxy maka semua settingan di option ini saya biarkan default. Jika anda masih menggunakan public proxy maka silahkan bereksplorasi sendiri disini.
note: Jika anda serius melakukan linkbuilding menggunakan GSA SER, maka saran saya investasikan uang anda untuk membeli private proxy.

Captcha

captcha setting
1. Tempat pengaturan pengisian captcha. Software yang saya gunakan adalah GSA Captcha Breaker (bisa download versi trialnya dulu disini) dengan backupan service Death by Captcha. Anda juga bisa menggunakan software captcha yang lain.
Untuk menambahkan software captcha tekan tombol “Add” dan pilih software yang akan anda gunakan.
Dipilihan berikutnya masukkan Login dan password (jika ada), kemudian Retry untuk mencoba lagi jika pengisian gagal. Biasanya saya set 3x untuk captcha breaker dan 1 atau 2 kali untuk service manual (Death by Captcha).
Untuk “Use only if PR is” saya biarkan default (tidak tercentang). Jika di centang maka anda hanya akan mengisi captcha di halaman dengan PR yang sesuai dengan kriteria yang anda set.
Untuk Only for Do-Follow Links saya centang jika menggunakan service manual (Death by Captcha) dan saya uncheck jika menggunakan software (Captcha Breaker).
Only for Hard captchas dua-duanya tidak saya centang.
2. Finally ask user if everything else fails (else the submission is skipped). Centang pilihan ini jika anda ingin mengisi captcha manual (setelah semua software/service gagal). Biasanya tidak saya centang karena saya tidak ingin standby 24 jam di depan vps.
3. Pilihan service untuk captcha yang berbasis pertanyaan text. Ini saya biarkan default karena saya tidak mempunyai akun di service-service captcha tersebut.

Indexing

indexing setting GSA
1. Submit backlink URLs to blog search engines. Pilihan untuk ngeping backlinks. Opsional. Biasanya saya centang.
1a. Submit All types. Ping semua jenis backlink. Opsional. Biasanya tidak saya centang.
2. Pilihan Indexer yang digunakan untuk mengindex links yang sudah verified. Software yang saya gunakan GSA SEO Indexer dan service InstantLinkIndexer. Anda bisa memilih service lain sepeti Indexification, Linklicious, ExpressIndexer, dsb. Jangan lupa untuk memasukkan API-Key agar akun anda bisa terintegrasi dengan GSA.
3. Jenis backlink yang akan dikirim ke indexer, apakah yang bertipe dofollow saja, berPR lebih dari 1, dan memakai sistem dripfeed. Biasanya saya hanya mencentang pilihan drip feed agar proses indexing berjalan lebih natural. Untuk “Send only certain engine types” juga saya centang karena tipe-tipe backlink seperti blog comment dan trackback menurut saya tidak perlu diindexing (karena mereka sudah terindeks).

Filter.
Untuk memfilter proses submission agar tidak memasuki web-web yang di blacklists. Pilihan ini saya biarkan default semuanya.

Advanced
Tempat anda menyimpan dan menaruh site lists yang nantinya digunakan sebagai source (target URLs).
site lists GSA
1. Build site lists that can be used globally by each project. Disini anda membangun dan menyimpan site lists yang nantinya bisa digunakan untuk project-project selanjutnya. Disini biasanya yang saya centang hanya “Verified” saja. Kenapa? Karena saya hanya ingin membangun site lists dari url-url yang memang benar-benar bisa ditanami backlink.
Jadi misal anda menjalankan project GSA dengan mode scraping (search engine), kemudian disini anda centang pilihan Verified, maka link-link yang berhasil verified dari scraping anda tadi akan disimpan dalam bentuk site list khusus verified. Dan dikemudian hari, jika url di site list verified anda sudah cukup banyak, anda bisa menggunakannya untuk project-project GSA anda yang baru dengan mode site list dan menggunakan site lists verified tadi sebagai source/target urls nya. (tidak perlu scraping search engine lagi karena anda sudah punya target sites di site list verified).
Untuk memanggil site list verified sebagai source/target urls:
– Masuk ke project > Options > How to Target Urls
– Centang bagian “Use URLs from global site lists if Enabled”
– Centang yang verified.
Semoga sampai sini anda tidak bingung lagi :D
2. Save PR with URLs. Untuk menyimpan URL besera PR nya. Opsional. Biasanya saya centang.
3. File format. Saya pilih yang (tipe)-(name).txt, agar saya tahu tipe backlinknya.
4. Run in debug mode. Tingkat advance, tidak pernah saya centang.
5. Save unanswered questions to file. Menyimpan captcha berbasis pertanyaan yang tidak terjawab ke file. Tidak pernah saya centang.
6. Get PR for verified URLs. Menampilkan PR untuk url-url yang berhasil verified (dihalaman depan software). Opsional. Biasanya tidak saya centang.
7. Enable “important messages” for projects. Biasanya menampilkan pesan-pesan error untuk tiap project berupa segitiga merah disisi kiri, seperti pemberitahuan email diblokir, kehabisan target urls, captcha error, dsb. Biasanya saya centang.
8. Detect internet connection problems and stop/restart projects. Mendeteksi masalah koneksi internet. Biasanya saya centang.
9. Tools. Fungsi utama dari tools ini adalah untuk memanage site list. Menu-menunya cukup banyak dan tidak semua wajib kita gunakan.
Yang ingin saya bahas disini adalah cara memasukkan site list yang kita dapat (entah dari teman atau beli) ke dalam folder Identified agar nanti bisa dijadikan source/target urls.
Caranya, buat dulu folder dengan nama sembarang disini:
C:\Users\User\AppData\Roaming\GSA Search Engine Ranker
new folder site lists identified
Kemudian di tanda panah di Bagian Identified, pilih folder yang baru anda buat tadi. Jadi nantinya, folder default identified akan digantikan dengan folder yang sudah anda buat.
custom folder site lists identified
Kemudian tekan tombol “Tools” > Import site lists > Identified. Kemudian pilih file site lists yang anda dapat (berekstensi .sl).
Selesai. Folder site lists identified default anda sudah digantikan dengan Folder site lists identified custom yang berisi external site list. Untuk memastikan silahkan klik “Open Folder” yang ada disamping site lists identified.
Untuk memanggil site lists identified custom ini sebagai source/target urls:
– Masuk ke project > Options > How to Target Urls
– Centang bagian “Use URLs from global site lists if Enabled
– Centang yang Identified.
10. Some additional services that can improve the program a lot. Service pihak ketiga untuk memaksimalkan penggunaan GSA SER. Saya kosongi karena tidak punya akun di kedua service yang ada.
Selesai, klik “OK” dan project GSA anda siap untuk dijalankan!

Akhir kata…

Selamat ber-auto linkbuilding ria dan semoga Panduan GSA SER : Tutorial Lengkap dan SEO Setting ini bisa berguna bagi Anda. Silahkan dieksplorasi lagi jika anda merasa kurang puas dengan hasil yang anda dapatkan setelah mengikuti panduan ini. IMO, GSA SER mempunyai banyak fitur yang sangat powerful, jika anda bisa menjelajahi dan mengeksplorasi semua fitur tersebut, saya yakin hasilnya akan luar biasa!

9 Kriteria | Backlink Berkualitas | untuk Optimasi Off Page

Backlink berkualitas sangat diperlukan untuk Optimasi off-page, yaitu optimasi untuk menaikkan SERP (search engine results page) yang dilakukan dari luar situs yang bersangkutan. Dalam prakteknya, optimasi off-page sangat berkaitan erat dengan backlink.
Berbagai perubahan dalam algoritma Google memaksa para pemilik website yang menggantungkan trafik situsnya dari search engine untuk terus belajar mencari model optimasi yang tepat dan sesuai agar bisa menaikkan posisi web mereka ke tempat yang lebih baik di halaman pencarian.
Model-model backlink massal menggunakan software otomatis sudah banyak ditinggalkan, karena walaupun bisa menaikkan rangking situs yang dibacklink secara cepat di halaman pencarian, cara ini juga sangat rentan terdeteksi algoritma Google yang bisa berakibat fatal, yaitu penurunan rangking di search engine (biasanya hampir untuk semua keyword) sampai dengan penalty hingga deindex (jika spamming massal yang dilakukan cukup brutal).
Algoritma Google untuk menangani masalah optimasi backlink yang berlebihan ini biasa dikenal dengan nama Google Penguin. Beberapa tahun belakangan, algoritma ini sudah mengakibatkan banyak korban berjatuhan terutama pada mereka yang membangun situsnya dengan berbagai jenis backlink spamming, massal dan low quality.
Untuk menghindari amukan Google Penguin, banyak webmaster yang beralih dari model backlink massal dengan low quality link ke backlink manual dengan high quality links (backlink berkualitas).
Masalahnya, tidak banyak yang tahu bagaimana sebenarnya kriteria dari backlink yang dianggap berkualitas di mata Google dan dimana mencari sumber backlink gratis tersebut. Terutama bagi mereka yang baru masuk ke dalam dunia internet marketing dan masih awam dalam masalah SEO.
Untuk itulah, saya tulis tentang 9 Kriteria Backlink Berkualitas Terbaik yang bisa Anda jadikan panduan dalam optimasi off-page berikut dengan penjelasannya dibawah ini.

Kriteria Pertama : Relevan

Alasan backlink yang berasal dari topik / niche yang relevan sangat bagus dan berkualitas adalah karena link jenis ini terlihat lebih natural bagi search engine. Dari segi user experience (UX), link di website yang relevan juga tidak mengganggu visitor, bahkan sangat mungkin mendapatkan klik yang tentu saja menjadi kunjungan (trafik).

Kriteria Kedua : Contextual Links

Contextual links adalah links yang berada di dalam konten (artikel). Alasan backlink jenis ini berkualitas tinggi adalah karena links yang berada di dalam artikel biasanya related atau relevan dengan isi artikel (topik yang ditulis). Dan seperti yang sudah dijelaskan di kriteria pertama, link dari topik yang relevan sangat disukai search engine.
Baca juga : Cara Menulis Artikel SEO Friendly

Kriteria Ketiga : High PR (DA PA)

Google menghadiahi website yang authority dan trusted nya tinggi dengan Pagerank, semakin tinggi pagerank maka semakin tinggi authority nya. Maka, backlink yang berasal dari domain dengan Pagerank tinggi pun tentunya punya kualitas yang lebih bagus dari pada backlink dari situs dengan PR yang rendah, PR0 ataupun PR N/A.
Karena pagerank sudah tidak update lagi sejak tahun 2012, maka penilaian Authority web bisa memakai alternative DA PA (Domain Authority dan Page Authority) dari Moz. Metric TF (Trust Flow) dari Majestic SEO pun juga bisa Anda gunakan. Patokan nilai yang digunakan algoritma Moz dan Majestic ini dalam mengukur authority suatu web tetap sama, semakin tinggi nilainya semakin bagus.

Kriteria Keempat : Aged Domain

Jika suatu web authority nya tinggi, biasanya umur domain dari web tersebut juga sudah lama. Jarang ada suatu web yang bisa mendapatkan PR4 atau PR5 dalam hitungan bulan (terkecuali untuk web yang domainnya berasal dari domain drop, redirect atau fake).
Kelebihan lain dari website berumur biasanya indexnya lebih cepat. Walaupun website berumur belum tentu authority nya besar, mendapatkan backlink dari domain dengan jenis ini saya rasa lebih aman dari pada mendapatkan backlink dari website-website yang baru seumur jagung dengan index yang belum stabil.
Belakangan banyak webmaster yang memanfaatkan kualitas dari aged domain ini untuk membangun blog-blog network pribadi atau biasa dikenal dengan sebutan PBN.
Namun hati-hati, jangan asal beli domain aged karena belum tentu domain tersebut bagus untuk dijadikan sumber backlink. Cek terlebih dahulu histori webnya, mulai dari tampilan halaman (bisa menggunakan Web Archive) sampai histori backlink nya (bisa menggunakan Ahrefs). Pastikan web tersebut tidak pernah digunakan untuk kegiatan spamming sebelumnya.

Kriteria Kelima : Trafik Tinggi

Orang bilang, “google follow people”. Sedikit banyak bisa diartikan, links yang berada di website dengan trafik tinggi mempunyai kualitas yang lebih bagus daripada links yang berada di website dengan trafik rendah, karena links yang berada di website dengan trafik tinggi lebih berpeluang mendapatkan klik (kunjungan) dari visitor di website tersebut.
Ini tidak 100% benar, tapi cukup menunjang jika kriteria yang lain terpenuhi.

Kriteria Keenam : Low Outbound Links

Hal ini berkenaan dengan Link Juice. Mendapatkan backlink dengan outbound link (link keluar) yang cukup banyak akan mengurangi efektivitas backlink tersebut karena harus dibagi-bagi dengan link-link yang lain di dalam satu halaman yang sama.
Kebalikannya dengan low outbound links, backlink yang di dapat dari halaman ini jauh lebih powerful karena Link Juice nya langsung masuk ke website Anda tanpa terlalu banyak terbagi-bagi ke link lain.
Terlalu sering mendapat backlink dari website dengan outbound links yang banyak juga cukup berbahaya bagi website Anda karena high outbound links rentan dianggap sebagai halaman spam (yang masuk kategori ini biasanya spamming jenis blog commenting).

Kriteria Ketujuh : Unik (Different C class IP’s)

Mendapatkan backlink dari website dengan hosting yang berbeda-beda dan IP yang berbeda-beda juga ikut mempengaruhi peringkat website kita di search engine Google.
Logikanya, jika backlink yang di dapat dari IP yang berbeda-beda, kemungkinan besar backlink yang didapat bukanlah manipulasi seperti halnya jika kita membuat backlink dari website-website kita sendiri (dengan IP dan hosting yang sama).
At least, itulah yang besar kemungkinan dibenamkan ke dalam pikiran Penguinnya Google. Walaupun dalam prakteknya, tetap saja backlink beda IP juga bisa dimanipulasi (dengan PBN misalnya).
Mendapatkan backlink dari puluhan website dengan IP yang berbeda-beda jauh lebih baik daripada ratusan backlink tetapi dari 1 website yang sama.
Cek juga: Cara Membuat Backlink Tier 1 dan Tier 2

Kriteria Kedelapan : Dofollow Attribut

Menurut teori, Dofollow adalah link yang dihitung google sebagai sebuah ‘vote’ untuk website Anda, sedangkan nofollow tidak. Jadi, jika Anda mendapatkan banyak backlink berkualitas dengan 7 kriteria diatas namun link nya ternyata bukan dofollow, maka itu adalah sebuah kerugian besar.
Ada yang mengatakan nofollow tetap dihitung sebagai sebuah backlink, ada yag mengatakan tidak. Menurut saya pribadi, link ini ada kemungkinan tetap dihitung, namun prosentasenya sangat kecil bila dibandingkan dengan link dofollow.
Agar tetap terlihat natural, saya sarankan dalam membangun backlink prosentase dofollow nofollow Anda ada di angka sekitar 80 : 20 sampai 95 : 5. Jangan semua backlink Anda cari yang hanya dofollow saja karena akan terlihat tidak natural bagi search engine, pun juga jangan kebanyakan link nofollow daripada dofollow karena backlink yang Anda bangun akan menjadi kurang powerful.

Kriteria Kesembilan : One way links

One way links atau link satu arah.
Beberapa tahun lalu link exchange (tukar link) antar sesama blogger adalah suatu aktivitas yang lumrah dan sangat sering dilakukan. Aktivitas ini cukup efektif untuk menaikkan Pagerank dan memperkuat backlink dari situs-situs yang melakukan link exchange.
Sayangnya, di algoritma Google yang sekarang reciprocal link semacam ini sudah banyak berkurang value nya (mungkin karena sudah terlalu banyak disalahgunakan).
One way links (link satu arah) ke website kita jauh lebih baik dari pada two way links (link dua arah) seperti model tukar link / link exchange. Alasannya cukup simple, karena kita mendapatkan backlink (+) tanpa harus balik mengeluarkan backlink (-).

skema backlink berkualitas

Dengan memperhatikan 9 kriteria diatas dalam mencari backlink, maka website Anda akan jauh lebih mudah bersaing di SERP daripada jika Anda asal comot backlink tanpa memperhatikan kualitasnya.
Anda bisa menambah atau mengurangi 9 kriteria diatas sesuai kebutuhan off-page Anda, dan kalau perlu Anda improvisasi sehingga menghasilkan efek yang lebih maksimal. Tidak harus semua syarat diatas terpenuhi karena memang untuk mendapatkan backlink berkualitas yang memenuhi semua kriteria tersebut sangatlah susah.
Jangan lupa juga faktor lain untuk memaksimalkan optimasi off-page Anda seperti social signal (link dari social media). Meskipun link yang dihasilkan dari social media kebanyakan adalah nofollow, tapi backlink jenis ini juga cukup bermanfaat karena mendatangkan trafik dan bisa menimbulkan efek viral.
Disini saya tidak berniat menggurui, karena dalam penerapannya, ilmu SEO bukan ilmu pasti. SEO adalah ilmu yang dinamis, yang mengharuskan kita untuk terus belajar dan belajar supaya bisa tetap bertahan dan berkembang dalam bidang ini. Hari ini Anda no. 1 di SERP, belum tentu besok Anda berada di 10 besar halaman pencarian (terkecuali Anda membayar Google untuk nampang di Adwords). .
Jika menurut Anda ada yang kurang pas dengan uraian saya diatas jangan sungkan-sungkan untuk berkomentar, karena dari komentar-komentar Anda saya bisa banyak belajar kekurangan-kekurangan yang ada didalam tulisan saya.

Google | 200 Ranking Factors: The Complete List



You probably already know that Google uses about 200 ranking factors in their algorithm…
But what the heck are they?
Well today you’re in for a treat because I’ve put together a complete list.
Some are proven.
Some are controversial.
Others are SEO nerd speculation.
But they’re all here.
Bonus: Download a free checklist that will show you how to tap into the 10 most important Google ranking factors listed here.



Domain Factors

Domain Factors
1. Domain Age: In this video, Matt Cutts states that:

“The difference between a domain that’s six months old versus one year old is really not that big at all.”.

In other words, they do use domain age…but it’s not very important.
2. Keyword Appears in Top Level Domain: Doesn’t give the boost that it used to, but having your keyword in the domain still acts as a relevancy signal. After all, they still bold keywords that appear in a domain name.
3. Keyword As First Word in Domain: A domain that starts with their target keyword has an edge over sites that either don’t have the keyword in their domain or have the keyword in the middle or end of their domain.
4. Domain registration length: A Google patent states:

“Valuable (legitimate) domains are often paid for several years in advance, while doorway (illegitimate) domains rarely are used for more than a year. Therefore, the date when a domain expires in the future can be used as a factor in predicting the legitimacy of a domain”.

5. Keyword in Subdomain Name: Moz’s 2011 panel agreed that a keyword appearing in the subdomain can boost rankings:
Subdomain Keyword6. Domain History: A site with volatile ownership (via whois) or several drops may tell Google to “reset” the site’s history, negating links pointing to the domain.
7. Exact Match Domain: EMDs may still give you an edge…if it’s a quality site. But if the EMD happens to be a low-quality site, it’s vulnerable to the EMD update:
EMD Twitte
8. Public vs. Private WhoIs: Private WhoIs information may be a sign of “something to hide”. Matt Cutts is quoted as stating at Pubcon 2006:

“…When I checked the whois on them, they all had “whois privacy protection service” on them. That’s relatively unusual.  …Having whois privacy turned on isn’t automatically bad, but once you get several of these factors all together, you’re often talking about a very different type of webmaster than the fellow who just has a single site or so.”

9. Penalized WhoIs Owner: If Google identifies a particular person as a spammer it makes sense that they would scrutinize other sites owned by that person.
10. Country TLD extension: Having a Country Code Top Level Domain (.cn, .pt, .ca) helps the site rank for that particular country…but limits the site’s ability to rank globally.

Page-Level Factors

Page Level
11. Keyword in Title Tag: The title tag is a webpage’s second most important piece of content (besides the content of the page) and therefore sends a strong on-page SEO signal.
12. Title Tag Starts with Keyword: According to Moz data, title tags that starts with a keyword tend to perform better than title tags with the keyword towards the end of the tag:
Title Tag Data
13. Keyword in Description Tag: Another relevancy signal. Not especially important now, but still makes a difference.
14. Keyword Appears in H1 Tag: H1 tags are a “second title tag” that sends another relevancy signal to Google, according to results from this correlation study:
h1 Ranking Study
15. Keyword is Most Frequently Used Phrase in Document: Having a keyword appear more than any other likely acts as a relevancy signal.
16. Content Length:  Content with more words can cover a wider breadth and are likely preferred to shorter superficial articles. SERPIQ found that content length correlated with SERP position:Content Length SEO17. Keyword Density: Although not as important as it once was, keyword density is still something Google uses to determine the topic of a webpage. But going overboard can hurt you.
18. Latent Semantic Indexing Keywords in Content (LSI): LSI keywords help search engines extract meaning from words with more than one meaning (Apple the computer company vs. the fruit). The presence/absence of LSI probably also acts as a content quality signal.
19. LSI Keywords in Title and Description Tags: As with webpage content, LSI keywords in page meta tags probably help Google discern between synonyms. May also act as a relevancy signal.
20. Page Loading Speed via HTML: Both Google and Bing use page loading speed as a ranking factor. Search engine spiders can estimate your site speed fairly accurately based on a page’s code and filesize.
21. Duplicate Content: Identical content on the same site (even slightly modified) can negatively influence a site’s search engine visibility.
22. Rel=Canonical: When used properly, use of this tag may prevent Google from considering pages duplicate content.
23. Page Loading Speed via Chrome: Google may also use Chrome user data to get a better handle on a page’s loading time as this takes into account server speed, CDN usage and other non HTML-related site speed signals.
24. Image Optimization: Images on-page send search engines important relevancy signals through their file name, alt text, title, description and caption.
25. Recency of Content Updates: Google Caffeine update favors recently updated content, especially for time-sensitive searches. Highlighting this factor’s importance, Google shows the date of a page’s last update for certain pages:
google results date
26. Magnitude of Content Updates: The significance of edits and changes is also a freshness factor. Adding or removing entire sections is a more significant update than switching around the order of a few words.
27. Historical Updates Page Updates: How often has the page been updated over time? Daily, weekly, every 5-years? Frequency of page updates also play a role in freshness.
28. Keyword Prominence: Having a keyword appear in the first 100-words of a page’s content appears to be a significant relevancy signal.
29. Keyword in H2, H3 Tags: Having your keyword appear as a subheading in H2 or H3 format may be another weak relevancy signal. Moz’s panel agrees:
H2 Moz Image
30. Keyword Word Order: An exact match of a searcher’s keyword in a page’s content will generally rank better than the same keyword phrase in a different order. For example: consider a search for: “cat shaving techniques”. A page optimized for the phrase “cat shaving techniques” will rank better than a page optimized for “techniques for shaving a cat”. This is a good illustration of why keyword research is really, really important.
31. Outbound Link Quality: Many SEOs think that linking out to authority sites helps send trust signals to Google.
32. Outbound Link Theme: According to Moz, search engines may use the content of the pages you link to as a relevancy signal. For example, if you have a page about cars that links to movie-related pages, this may tell Google that your page is about the movie Cars, not the automobile.
33. Grammar and Spelling: Proper grammar and spelling  is a quality signal, although Cutts gave mixed messages in 2011 on whether or not this was important.
34. Syndicated Content: Is the content on the page original? If it’s scraped or copied from an indexed page it won’t rank as well as the original or end up in their Supplemental Index.
35. Helpful Supplementary Content: According to a now-public Google Rater Guidelines Document, helpful supplementary content is an indicator of a page’s quality (and therefore, Google ranking). Examples include currency converters, loan interest calculators and interactive recipes.
36. Number of Outbound Links: Too many dofollow OBLs may “leak” PageRank, which can hurt that page’s rankings.
37. Multimedia: Images, videos and other multimedia elements may act as a content quality signal.
38. Number of Internal Links Pointing to Page: The number of internal links to a page indicates its importance relative to other pages on the site.
39. Quality of Internal Links Pointing to Page: Internal links from authoritative pages on domain have a stronger effect than pages with no or low PR.
40. Broken Links: Having too many broken links on a page may be a sign of a neglected or abandoned site. The Google Rater Guidelines Document uses broken links as one was to assess a homepage’s quality.
41. Reading Level: There’s no doubt that Google estimates the reading level of webpages. In fact, Google used to give you reading level stats:
Google Reading Level
But what they do with that information is up for debate. Some say that a basic reading level will help you rank better because it will appeal to the masses. But others associate a basic reading level with content mills like Ezine Articles.
42. Affiliate Links: Affiliate links themselves probably won’t hurt your rankings. But if you have too many, Google’s algorithm may pay closer attention to other quality signals to make sure you’re not a “thin affiliate site”.
43. HTML errors/W3C validation: Lots of HTML errors or sloppy coding may be a sign of a poor quality site. While controversial, many in SEO think that WC3 validation is a weak quality signal.
44. Page Host’s Domain Authority: All things being equal, a page on an authoritative domain will rank higher than a page on a domain with less authority.
45. Page’s PageRank: Not perfectly correlated. But in general higher PR pages tend to rank better than low PR pages.
46. URL Length: Search Engine Journal notes that excessively long URLs may hurt search visibility.
47. URL Path: A page closer to the homepage may get a slight authority boost.
48. Human Editors: Although never confirmed, Google has filed a patent for a system that allows human editors to influence the SERPs.
49. Page Category: The category the page appears on is a relevancy signal. A page that’s part of a closely related category should get a relevancy boost compared to a page that’s filed under an unrelated or less related category.
50. WordPress Tags: Tags are WordPress-specific relevancy signal.  According to Yoast.com:

“The only way it improves your SEO is by relating one piece of content to another, and more specifically a group of posts to each other”

51. Keyword in URL: Another important relevancy signal.
52. URL String:  The categories in the URL string are read by Google and may provide a thematic signal to what a page is about:
google url strings
53. References and Sources: Citing references and sources, like research papers do, may be a sign of quality. The Google Quality Guidelines states that reviewers should keep an eye out for sources when looking at certain pages: “This is a topic where expertise and/or authoritative sources are important…”. However, Google has denied that they use external links as a ranking signal.
54. Bullets and Numbered Lists: Bullets and numbered lists help break up your content for readers, making them more user friendly. Google likely agrees and may prefer content with bullets and numbers.
55. Priority of Page in Sitemap: The priority a page is given via the sitemap.xml file may influence ranking.
56. Too Many Outbound Links: Straight from the aforementioned Quality rater document:

“Some pages have way, way too many links, obscuring the page and distracting from the Main Content”

57. Quantity of Other Keywords Page Ranks For: If the page ranks for several other keywords it may give Google an internal sign of quality.
58. Page Age: Although Google prefers fresh content, an older page that’s regularly updated may outperform a newer page.
59. User Friendly Layout: Citing the Google Quality Guidelines Document yet again:

“The page layout on highest quality pages makes the Main Content immediately visible”

60. Parked Domains: A Google update in December of 2011 decreased search visibility of parked domains.
61. Useful Content:  As pointed out by Backlinko reader Jared Carrizales, Google may distinguish between “quality” and “useful” content.

Video tutorial

5 Advanced On-Page SEO Tips



Wistia video thumbnail - 5 Advanced On-Page SEO Tips

Site-Level Factors

Site Level 62. Content Provides Value and Unique Insights: Google has stated that they’re on the hunt for sites that don’t bring anything new or useful to the table, especially thin affiliate sites.
63. Contact Us Page: The aforementioned Google Quality Document states that they prefer sites with an “appropriate amount of contact information”. Supposed bonus if your contact information matches your whois info.
64. Domain Trust/TrustRank: Site trust — measured by how many links away your site is from highly-trusted seed sites — is a massively important ranking factor. You can read more about TrustRank here.
65. Site Architecture: A well put-together site architecture (especially a silo structure) helps Google thematically organize your content.
66. Site Updates: How often a site is updated — and especially when new content is added to the site — is a site-wide freshness factor.
67. Number of Pages: The number of pages a site has is a weak sign of authority. At the very least a large site helps distinguish it from thin affiliate sites.
68. Presence of Sitemap: A sitemap helps search engines index your pages easier and more thoroughly, improving visibility.
69. Site Uptime: Lots of downtime from site maintenance or server issues may hurt your ranking (and can even result in deindexing if not corrected).
70. Server Location: Server location may influence where your site ranks in different geographical regions. Especially important for geo-specific searches.
71. SSL Certificate:  Google has confirmed that they index SSL certificates and that they use HTTPS as a ranking signal.
72. Terms of Service and Privacy Pages: These two pages help tell Google that a site is a trustworthy member of the internet.
73. Duplicate Meta Information On-Site: Duplicate meta information across your site may bring down all of your page’s visibility.
74. Breadcrumb Navigation: This is a style of user-friendly site-architecture that helps users (and search engines) know where they are on a site:
breadcrumbs navigation
Both SearchEngineJournal.com and Ethical SEO Consulting claim that this set-up may be a ranking factor.
75. Mobile Optimized: Google’s official stance on mobile is to create a responsive site. It’s likely that responsive sites get an edge in searches from a mobile device. In fact, they now add “Mobile friendly” tags to sites that display well on mobile devices. Google also started penalizing sites in Mobile search that aren’t mobile friendly
76. YouTube: There’s no doubt that YouTube videos are given preferential treatment in the SERPs (probably because Google owns it ):
youtube results

Video tutorial

Advanced YouTube SEO Secrets

77. Site Usability: A site that’s difficult to use or to navigate can hurt ranking by reducing time on site, pages viewed and bounce rate. This may be an independent algorithmic factor gleaned from massive amounts of user data.
78. Use of Google Analytics and Google Webmaster Tools: Some think that having these two programs installed on your site can improve your page’s indexing. They may also directly influence rank by giving Google more data to work with (ie. more accurate bounce rate, whether or not you get referral traffic from your backlinks etc.).
79. User reviews/Site reputation: A site’s on review sites like Yelp.com and RipOffReport.com likely play an important role in the algorithm. Google even posted a rarely candid outline of their approach to user reviews after an eyeglass site was caught ripping off customers in an effort to get backlinks.

Backlink Factors

Backlink Factors 80. Linking Domain Age: Backlinks from aged domains may be more powerful than new domains.
81. # of Linking Root Domains: The number of referring domains is one of the most important ranking factors in Google’s algorithm, as you can see from this chart from Moz (bottom axis is SERP position):
Linking Roor Domains 82. # of Links from Separate C-Class IPs: Links from separate class-c IP addresses suggest a wider breadth of sites linking to you.
83. # of Linking Pages: The total number of linking pages — even if some are on the same domain — is a ranking factor.
84. Alt Tag (for Image Links): Alt text is an image’s version of anchor text.
85. Links from .edu or .gov Domains: Matt Cutts has stated that TLD doesn’t factor into a site’s importance. However, that doesn’t stop SEOs from thinking that there’s a special place in the algo for .gov and .edu TLDs.
86. Authority of Linking Page: The authority (PageRank) of the referring page is an extremely important ranking factor.
87. Authority of Linking Domain: The referring domain’s authority may play an independent role in a link’s importance (ie. a PR2 page link from a site with a homepage PR3  may be worth less than a PR2 page link from PR8 Yale.edu).
88. Links From Competitors: Links from other pages ranking in the same SERP may be more valuable for a page’s rank for that particular keyword.
89. Social Shares of Referring Page: The amount of page-level social shares may influence the link’s value.
90. Links from Bad Neighborhoods: Links from “bad neighborhoods” may hurt your site.
91. Guest Posts: Although guest posting can be part of a white hat SEO campaign, links coming from guest posts — especially in an author bio area — may not be as valuable as a contextual link on the same page.
92. Links to Homepage Domain that Page Sits On: Links to a referring page’s homepage may play special importance in evaluating a site’s — and therefore a link’s — weight.
93. Nofollow Links: One of the most controversial topics in SEO. Google’s official word on the matter is:

“In general, we don’t follow them.”

Which suggests that they do…at least in certain cases. Having a certain % of nofollow links may also indicate a natural vs. unnatural link profile.
94. Diversity of Link Types: Having an unnaturally large percentage of your links come from a single source (ie. forum profiles, blog comments) may be a sign of webspam. On the other hand, links from diverse sources is a sign of a natural link profile.
95. “Sponsored Links” Or Other Words Around Link: Words like “sponsors”, “link partners” and “sponsored links” may decrease a link’s value.
96. Contextual Links: Links embedded inside a page’s content are considered more powerful than links on an empty page or found elsewhere on the page.
contextual backlink A good example of contextual links are backlinks from guestographics.
97. Excessive 301 Redirects to Page: Links coming from 301 redirects dilute some (or even all) PR, according to a Webmaster Help Video.
98. Backlink Anchor Text: As noted in this description of Google’s original algorithm:

“First, anchors often provide more accurate descriptions of web pages than the pages themselves.”

Obviously, anchor text is less important than before (and likely a webspam signal). But it still sends a strong relevancy signal in small doses.
99. Internal Link Anchor Text: Internal link anchor text is another relevancy signal, although probably weighed differently than backlink anchor text.
100. Link Title Attribution: The link title (the text that appears when you hover over a link) is also used as a weak relevancy signals.
101. Country TLD of Referring Domain: Getting links from country-specific top level domain extensions (.de, .cn, .co.uk) may help you rank better in that country.
102. Link Location In Content: Links in the beginning of a piece of content carry slightly more weight than links placed at the end of the content.
103. Link Location on Page: Where a link appears on a page is important. Generally, links embedded in a page’s content are more powerful than links in the footer or sidebar area.
104. Linking Domain Relevancy: A link from site in a similar niche is significantly more powerful than a link from a completely unrelated site. That’s why any effective SEO strategy today focuses on obtaining relevant links.
105. Page Level Relevancy:  The Hilltop Algorithm states that link from a page that’s closely tied to page’s content is more powerful than a link from an unrelated page.
106. Text Around Link Sentiment: Google has probably figured out whether or not a link to your site is a recommendation or part of a negative review. Links with positive sentiments around them likely carry more weight.
107. Keyword in Title: Google gives extra love to links on pages that contain your page’s keyword in the title (“Experts linking to experts”.)
108. Positive Link Velocity: A site with positive link velocity usually gets a SERP boost.
109. Negative Link Velocity: Negative link velocity can significantly reduce rankings as it’s a signal of decreasing popularity.
110. Links from “Hub” Pages: Aaron Wall claims that getting links from pages that are considered top resources (or hubs) on a certain topic are given special treatment.
111. Link from Authority Sites: A link from a site considered an “authority site” likely pass more juice than a link from a small, microniche site.
112. Linked to as Wikipedia Source: Although the links are nofollow, many think that getting a link from Wikipedia gives you a little added trust and authority in the eyes of search engines.
113. Co-Occurrences: The words that tend to appear around your backlinks helps tell Google what that page is about.
114. Backlink Age: According to a Google patent, older links have more ranking power than newly minted backlinks.
115. Links from Real Sites vs. Splogs: Due to the proliferation of blog networks, Google probably gives more weight to links coming from “real sites” than from fake blogs. They likely use brand and user-interaction signals to distinguish between the two.
116. Natural Link Profile: A site with a “natural” link profile is going to rank highly and be more durable to updates.
117. Reciprocal Links: Google’s Link Schemes page lists “Excessive link exchanging” as a link scheme to avoid.
118. User Generated Content Links: Google is able to identify links generated from UGC vs. the actual site owner. For example, they know that a link from the official WordPress.com blog at en.blog.wordpress.com is very different than a link from besttoasterreviews.wordpress.com.
119. Links from 301: Links from 301 redirects may lose a little bit of juice compared to a direct link. However, Matt Cutts says that a 301 is similar to a direct link.
120. Schema.org Microformats: Pages that support microformats may rank above pages without it. This may be a direct boost or the fact that pages with microformatting have a higher SERP CTR:
microformats 121. DMOZ Listed: Many believe that Google gives DMOZ listed sites a little extra trust.
122. TrustRank of Linking Site: The trustworthiness of the site linking to you determines how much “TrustRank” gets passed onto you.
123. Number of Outbound Links on Page: PageRank is finite. A link on a page with hundreds of OBLs passes less PR than a page with only a few OBLs.
124. Forum Profile Links: Because of industrial-level spamming, Google may significantly devalue links from forum profiles.
125. Word Count of Linking Content: A link from a 1000-word post is more valuable than a link inside of  a 25-word snippet.
126. Quality of Linking Content: Links from poorly written or spun content don’t pass as much value as links from well-written, multimedia-enhanced content.
127. Sitewide Links: Matt Cutts has confirmed that sitewide links are “compressed” to count as a single link.

Video tutorial

My Go-To Link Building Strategy

User Interaction

User Interaction
128. Organic Click Through Rate for a Keyword: Pages that get clicked more in CTR may get a SERP boost for that particular keyword.
129. Organic CTR for All Keywords: A page’s (or site’s) organic CTR for all keywords is ranks for may be a human-based, user interaction signal.
130. Bounce Rate: Not everyone in SEO agrees bounce rate matters, but it may be a way of Google to use their users as quality testers (pages where people quickly bounce is probably not very good).
131. Direct Traffic: It’s confirmed that Google uses data from Google Chrome to determine whether or not people visit a site (and how often). Sites with lots of direct traffic are likely higher quality than sites that get very little direct traffic.
132. Repeat Traffic: They may also look at whether or not users go back to a page or site after visiting. Sites with repeat visitors may get a Google ranking boost.
133. Blocked Sites: Google has discontinued this feature in Chrome. However, Panda used this feature as a quality signal.
134. Chrome Bookmarks: We know that Google collects Chrome browser usage data. Pages that get bookmarked in Chrome might get a boost.
135. Google Toolbar Data: Search Engine Watch’s Danny Goodwin reports that Google uses toolbar data as a ranking signal. However, besides page loading speed and malware, it’s not known what kind of data they glean from the toolbar.
136. Number of Comments: Pages with lots of comments may be a signal of user-interaction and quality.
137. Dwell Time: Google pays very close attention to “dwell time”: how long people spend on your page when coming from a Google search. This is also sometimes referred to as “long clicks vs short clicks”. If people spend a lot of time on your site, that may be used as a quality signal.

Video tutorial

How to Reduce Your Bounce Rate in 5 Minutes (Or Less)



Wistia video thumbnail - How to Reduce Your Bounce Rate in 5 Minutes

Special Algorithm Rules

Special Algorithm Rules
138. Query Deserves Freshness: Google gives newer pages a boost for certain searches.
139. Query Deserves Diversity: Google may add diversity to a SERP for ambiguous keywords, such as “Ted”, “WWF” or “ruby”.
140. User Browsing History: Sites that you frequently visit while signed into Google get a SERP bump for your searches.
141. User Search History: Search chain influence search results for later searches. For example, if you search for “reviews” then search for “toasters”, Google is more likely to show toaster review sites higher in the SERPs.
142. Geo Targeting: Google gives preference to sites with a local server IP and country-specific domain name extension.
143. Safe Search: Search results with curse words or adult content won’t appear for people with Safe Search turned on.
144. Google+ Circles: Google shows higher results for authors and sites that you’ve added to your Google Plus Circles
145. DMCA Complaints: Google “downranks” pages with DMCA complaints.
146. Domain Diversity: The so-called “Bigfoot Update” supposedly added more domains to each SERP page.
147. Transactional Searches: Google sometimes displays different results for shopping-related keywords, like flight searches.
148. Local Searches: Google often places Google+ Local results above the “normal” organic SERPs.
google local results
149. Google News Box: Certain keywords trigger a Google News box:
google news box
150. Big Brand Preference: After the Vince Update, Google began giving big brands a boost for certain short-tail searches.
151. Shopping Results: Google sometimes displays Google Shopping results in organic SERPs:
Google Shopping
152. Image Results: Google elbows our organic listings for image results for searches commonly used on Google Image Search.
153. Easter Egg Results: Google has a dozen or so Easter Egg results. For example, when you search for “Atari Breakout” in Google image search, the search results turn into a playable game (!).  Shout out to Victor Pan for this one.
154. Single Site Results for Brands: Domain or brand-oriented keywords bring up several results from the same site.

Video tutorial

5 Advanced Keyword Research Strategies

Social Signals

Social Signals
155. Number of Tweets: Like links, the tweets a page has may influence its rank in Google.
156. Authority of Twitter Users Accounts: It’s likely that Tweets coming from aged, authority Twitter profiles with a ton of followers (like Justin Bieber) have more of an effect than tweets from new, low-influence accounts.
157. Number of Facebook Likes: Although Google can’t see most Facebook accounts, it’s likely they consider the number of Facebook likes a page receives as a weak ranking signal.
158. Facebook Shares: Facebook shares — because they’re more similar to a backlink — may have a stronger influence than Facebook likes.
159. Authority of Facebook User Accounts: As with Twitter, Facebook shares and likes coming from popular Facebook pages may pass more weight.
160. Pinterest Pins: Pinterest is an insanely popular social media account with lots of public data. It’s probably that Google considers Pinterest Pins a social signal.
161. Votes on Social Sharing Sites: It’s possible that Google uses shares at sites like Reddit, Stumbleupon and Digg as another type of social signal.
162. Number of Google+1’s: Although Matt Cutts gone on the record as saying Google+ has “no direct effect” on rankings, it’s hard to believe that they’d ignore their own social network.
163. Authority of Google+ User Accounts: It’s logical that Google would weigh +1’s coming from authoritative accounts more than from accounts without many followers.
164. Known Authorship: In February 2013, Google CEO Eric Schmidt famously claimed:

“Within search results, information tied to verified online profiles will be ranked higher than content without such verification, which will result in most users naturally clicking on the top (verified) results.”

Although the Google+ authorship program has been shut down, it’s likely Google uses some form of authorship to determine influential content producers online (and give them a boost in rankings).
165. Social Signal Relevancy: Google probably uses relevancy information from the account sharing the content and the text surrounding the link.
166. Site Level Social Signals: Site-wide social signals may increase a site’s overall authority, which will increase search visibility for all of its pages.

Brand Signals

Brand Signals
167. Brand Name Anchor Text: Branded anchor text is a simple — but strong — brand signal.
168. Branded Searches: It’s simple: people search for brands. If people search for your site in Google (ie. “Backlinko twitter”, Backlinko + “ranking factors”), Google likely takes this into consideration when determining a brand.
169. Site Has Facebook Page and Likes: Brands tend to have Facebook pages with lots of likes.
170. Site has Twitter Profile with Followers: Twitter profiles with a lot of followers signals a popular brand.
171. Official Linkedin Company Page: Most real businesses have company Linkedin pages.
172. Employees Listed at Linkedin: Rand Fishkin thinks that having Linkedin profiles that say they work for your company is a brand signal.
173. Legitimacy of Social Media Accounts: A social media account with 10,000 followers and 2 posts is probably interpreted a lot differently than another 10,000-follower strong account with lots of interaction.
174. Brand Mentions on News Sites: Really big brands get mentioned on Google News sites all the time. In fact, some brands even have their own Google News feed on the first page:
google news for brands
175. Co-Citations: Brands get mentioned without getting linked to. Google likely looks at non-hyperlinked brand mentions as a brand signal.
176. Number of RSS Subscribers: Considering that Google owns the popular Feedburner RSS service, it makes sense that they would look at RSS Subscriber data as a popularity/brand signal.
177. Brick and Mortar Location With Google+ Local Listing: Real businesses have offices. It’s possible that Google fishes for location-data to determine whether or not a site is a big brand.
178. Website is Tax Paying Business: Moz reports that Google may look at whether or not a site is associated with a tax-paying business.

On-Site WebSpam Factors

On Site Webspam
179. Panda Penalty: Sites with low-quality content (particularly content farms) are less visible in search after getting hit by a Panda penalty.
180. Links to Bad Neighborhoods: Linking out to “bad neighborhoods” — like pharmacy or payday loan sites — may hurt your search visibility.
181. Redirects: Sneaky redirects is a big no-no. If caught, it can get a site not just penalized, but de-indexed.
182. Popups or Distracting Ads: The official Google Rater Guidelines Document says that popups and distracting ads is a sign of a low-quality site.
183. Site Over-Optimization: Includes on-page factors like keyword stuffing, header tag stuffing, excessive keyword decoration.
184. Page Over-Optimization: Many people report that — unlike Panda — Penguin targets individual page (and even then just for certain keywords).
185. Ads Above the Fold: The “Page Layout Algorithm” penalizes sites with lots of ads (and not much content) above the fold.
186. Hiding Affiliate Links: Going too far when trying to hide affiliate links (especially with cloaking) can bring on a penalty.
187. Affiliate Sites: It’s no secret that Google isn’t the biggest fan of affiliates. And many think that sites that monetize with affiliate links are put under extra scrutiny.
188. Autogenerated Content: Google isn’t a big fan of autogenerated content. If they suspect that your site’s pumping out computer-generated content, it could result in a penalty or de-indexing.
189. Excess PageRank Sculpting: Going too far with PageRank sculpting — by nofollowing all outbound links or most internal links — may be a sign of gaming the system.
190. IP Address Flagged as Spam: If your server’s IP address is flagged for spam, it may hurt all of the sites on that server.
191. Meta Tag Spamming: Keyword stuffing can also happen in meta tags. If Google thinks you’re adding keywords to your meta tags to game the algo, they may hit your site with a penalty.
Meta Tags

Off Page Webspam Factors

Off Page Webwpam
192. Unnatural Influx of Links: A sudden (and unnatural) influx of links is a sure-fire sign of phony links.
193. Penguin Penalty: Sites that were hit by Google Penguin are significantly less visible in search.
194. Link Profile with High % of Low Quality Links: Lots of links from sources commonly used by black hat SEOs (like blog comments and forum profiles) may be a sign of gaming the system.
195. Linking Domain Relevancy: The famous analysis by MicroSiteMasters.com found that sites with an unnaturally high amount of links from unrelated sites were more susceptible to Penguin.
Penguin LDR
196. Unnatural Links Warning: Google sent out thousands of “Google Webmaster Tools notice of detected unnatural links” messages. This usually precedes a ranking drop, although not 100% of the time.
197. Links from the Same Class C IP: Getting an unnatural amount of links from sites on the same server IP may be a sign of blog network link building.
198. “Poison” Anchor Text: Having “poison” anchor text (especially pharmacy keywords) pointed to your site may be a sign of spam or a hacked site. Either way, it can hurt your site’s ranking.
199. Manual Penalty: Google has been known to hand out manual penalties, like in the well-publicized Interflora fiasco.
200. Selling Links: Selling links can definitely impact toolbar PageRank and may hurt your search visibility.
201. Google Sandbox: New sites that get a sudden influx of links are sometimes put in the Google Sandbox, which temporarily limits search visibility.
202. Google Dance: The Google Dance can temporarily shake up rankings. According to a Google Patent, this may be a way for them to determine whether or not a site is trying to game the algorithm.
203. Disavow Tool: Use of the Disavow Tool may remove a manual or algorithmic penalty for sites that were the victims of negative SEO.
204. Reconsideration Request: A successful reconsideration request can lift a penalty.
205. Temporary Link Schemes: Google has (apparently) caught onto people that create — and quickly remove — spammy links. Also know as a temporary link scheme.

“How Can I Use This Information For My Site?”

I created a free step-by-step checklist that you can use to quickly apply the most important information from this post to your site.
The checklist contains the 10 most important ranking factors on this list…
…and super-actionable strategies that you can use to get higher rankings and more traffic.
Click below to download the free checklist:
download_ranking_factors_pdf